Mengenang 40 hari (surat dari teman-teman SD/SMP)

Mengenang 40 hari Temen Kita
”Anne Satya Adhika”
Berpulang ke Allah Bapa

Disusun oleh :
Segenap siswa kelas VII E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta

Sudah sepantasnya kami murid-murid VII E sekaligus teman-teman Anne, mengucapkan puji dan syukur atas jadinya buku yang berjudul “Mengenang 40 hari Anne Satya Adhika”. dan atas jadinya buku ini, kami semua berterima kasih kepada kehadirat Tuhan YME yang telah menyertai kami. Dan semua murid kelas VIIE yang sudah menyumbangkan pikiran, barang, dan jasa untuk menyelesaikan buku ini. Buku ini kami buat, berdasarkan kasih sayang kami semua terhadap Anne. Kata pepatah “ada awal pasti ada akhir, ada pertemuan pasti ada perpisahan”. Seperti halnya dengan Anne, walaupun pertemuan kami sangat singkat, tetapi kebaikan Anne selalu terurai di hati kami. Bagi kami Anne merupakan seorang sosok yang perjuangan hidupnya sangatlah besar. Dan kami bangga karena semangat belajarnya juga sangatlah tinggi, sampai titik darah penghabisannya, Anne tetap setia untuk belajar. ami semua kagum terhadap Anne.
Dan karena suatu hal tertentu, ia harus pergi meninggalkan kami orang yang menyayanginya. Tugasnya telah usai sudah. Secara raga, ia tak bersama kami. Namun jiwanya selalu tetap ada bersama kami. Pertemuan singkat ini telah mengajarkan sesuatu bagi kami, bahwa “Penyakit bukan suatu halangan untuk mearih cita-cita.”
Sekian pengantar dari kami untuk Anne yang terakhir kalinya. Selamat jalan Anne…
Yogyakarta, 27 Oktober 2007
Atas nama seluruh siswa kelas VII E
——————————————————————————-

Kepergian Teman kami Anne

Hari Rabu tanggal 26 September 2007 tepatnya pukul 09.45, teman kami ‘Anne Satya Adhika’ berpulang ke Allah Bapa.
Rasa tak percaya dan sedih yang sangat mendalam bahkan hingga bertanya-tanya pada Tuhan itulah yang kami rasakan saat awal mendengar ketiadaan teman kami. Tak perlu menunggu waktu lama, sontak terdengar teriakan dan tangisan dari kelas kami, yaitu kelas VII E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.
Rasa sangat tak percaya itu akhirnya terungkap saat kami dan sekolah datang ke rumah duka, Begitu histerisnya kami, saat melihat dengan mata kepala kami sendiri bahwa teman kami sudah berbaring tak berdaya di sebuah peti.
Rasa sedih yang sangat mendalam itu membuat kami lemas, pasrah dan hanya bisa duduk sambil terus menangis. Dan kami merasa benar-benar ikhlas ditinggalkan teman kami, saat teman kami mulai dikubur. Ucapan selamat tinggal terlontar dari mulut kami masing-masing saat peti mulai dikubur tanah.
Mungkin, saat teringat Anne kami masih sering sedih dan menangis. Walau kami sudah mengerti kalau tangisan dan kesedihan berlarut tidak akan mengembalikan Anne lagi.
“Selamat jalan Anne..Doa kami selalu mengiringi perjalananmu menuju Surga…”
Segenap keluarga besar kelas VII E
——————————————————————————-
Selamat Jalan Anne

Selamat jalan Anne, baru kini kita ucapkan
Setelah kamu berjalan sangat jauh…
Setelah kau berada di tempat sangat teduh..
Terima kasih Tuhan,
Kau asuh kembali teman kita yang terbaik
Kita pun mampu
Memberikan teman kita
Seperti Kau juga
Memberikan Anne satu-satunya
Untuk kita semua
Selamat jalan Anne
semoga kerinduan yang kau sisakan
Menjadi bekal kita bersama

Karya : Y. Sista Parameswara
——————————————————————————-

Elegi Untuk Anne

Anne sayang…
Sungguh cepat kepergianmu
Untuk meninggalkan kami sahabatmu
Kami sedih kau tinggalkan
Karena kami berbahagia bersamamu
Kami teringat saat kita bersama
Bergurau bersama
Bergembira bersama
Berbagi suka dan duka bersama
Walau pertemuan kita sangat singkat
Kau adalah sahabat sejati kami
Anne sayang…
Kami relakan kepergianmu
Menuju Bapa disurga

Karya : Saraswati
——————————————————————————-

Sahabat..

Bila dia memanggilmu lebih dahulu, Mohonlah padaNya apakah dapat membawa seorang sahabat. Bila usiamu sampai seratur tahun, aku ingin hidup seratus tahun kurang satu hari. Jadi, aku tak kan merasa hidup tanpamu, disisiku.
Persahabatan sejati layaknya arti kesehatan :
Nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya
Sahabat sejati akan tetap bersama kita, ketika kita merasa seisi dunia meninggalkan kita.
Ayahku selalu berkata, bila kamu memiliki sahabat sejati, maka kau akan memiliki kehidupan yang indah.
Jika seluruh sahabatku melompat dari suatu jurang, aku tak akan mengikuti mereka. Aku akan berada didasar jurang untuk menangkap mereka. Rangkullah sahabat sejatimu dengan kedua lenganmu.
Aku akan membimbingmu dan kau akan membimbingku, begitu sebaliknya. Persahabatan adalah satu jiwa dalam dua raga.
Jangan kamu berjalan didepanku, aku tak dapat mengikutimu
Jangan kamu berjalan dibelakangku, aku tak bisa memimpinmu
Berjalanlah disampingku, jadilah temanku
Teman akan mendengarkan apa yang kau katakan, sahabat sejati akan mendengar apa yang tidak kamu katakan. Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu dan menyanyikan kembali tatkala kau lupa bait-baitnya.
Kita semua memiliki peran yang berbeda dalam hidup ini, tapi tak menjadi soal dimana posisi kita kan memiliki arti sekecil apapun peran itu.
Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga kita. Orang asing adalah teman yang menunggu apa yang akan terjadi. Sabahat sejati seperti panganan dalam mangkuk kehidupan.

Karya : avantha
——————————————————————————-

Mengenangmu

Tak akan pernah habis air mataku
Bila kuingat tentang dirimu
Mungkin hanya yang kau tau
Mengapa sampai saat ini kumasih sendiri
Adakah disana kau rindu padaku
Meski kita kini ada didunia berbeda
Bila masih mungkin waktu kuputar
Dan kutunggu dirimu
Biarlah kusimpan sampai akhir nanti
Aku kan ada di sana
Tenanglah dirimu dalam kedamaian
Ingatlah cintaku kau tak terlihat lagi
Namun cintamu abadi

Karya : Kerispatih
——————————————————————————-

Age adalah laki-laki yang mengagumi Anne.

Tapi dia selalu nutup-nutupi kalau dia mengagumi Anne.

Hingga akhirnya kami semua tahu.

Mungkin dia laki-laki yang paling sedih ditinggal Anne.

🙂

——————————————————————————-

Kepada Anne Tersayang

Oh Anne Tersayang….
Mengapa begitu cepat kau pergi?
Akankah kita bertemu lagi?
Kau telah memberi kenangan
Yang begitu membekas di hati kami
Kepergianmu…akan selalu kami kenang
Meski Tuhan telah mengambilmu
Kenangan yang kau berikan
Akan selamanya membekas di hati kami
Semoga Tuhan selalu melindungimu
di…Surga…

Karya: Vincentia Tunjung Sari
——————————————————————————-

Anne

Anne…
Begitu cepat kau pergi…
Walau cukup singkat pertemuan kita
Banyak sekali kenangan yang terukir tentang dirimu
Anne..
Kini setelah 40 hari berlalu
Kau…hanya tinggal kenangan yang membekas di hatiku
Yang tak pernah hilang dari diriku
Yang menyayangimu selalu
Walau kau telah tiada…
Kau tetap sahabat sejatiku

Karya: Pricilia Hilari
——————————————————————————-

Melodi Untuk Anne

Anne…
Kau tertawa dikala duka
Untuk menutupi derita
Kau tak ingin orang lain tahu
Walau kau tertawa tapi…
Aku tahu deritamu
Kata-kata lembut selalu terucap dari bibirmu
Senyum ria selalu terpancar dari wajahmu
Dan…
Dikala ajal menjemput
Kau berkata,”Maafkan aku”
Dan sewaktu ragamu terbang lemah
Melodi-melodi lirih bergema
Dari semua orang di sekitarmu
Melodi-melodi itu mengantarmu
Ke tempat tujuanmu “SURGA”
Pergilah dengan tenang
Bersama melodi-melodi itu.

Karya: Suciningsih
——————————————————————————-

Anne
Senyummu begitu manis dikenang
Candamu begitu sulit dilupa
Anne dikala penyakit menghampirimu
Kami tak mengetahuinya
Tapi kau coba unuk tersenyum, tegar, dan tabah
Tapi ternyata kau menyimpan beribu-ribu sakitnya
Anne….
Kini kau telah pulang ke rumah Bapa di Surga
Pergi bersama malaikat kecilmu
Tapi kami tahu kau sudah tenang disana

Karya : Agung Puspanjolo
——————————————————————————-

Kehilangan Anne

Anne…
Pada saat engkau masih menghiasi langit ini
Aku masih melihat tawa dan candamu
Tawamu itu slalu ada di hatiku
Anne….
Kini kau sudah pergi
Meninggalkan kami semua disini
Hanya untuk menemani Bapa di Surga
Duduk disebelah kanan Bapa untuk menjadi pendampingNya
Anne….
Kau pergi bersama malaikat kecilmu
Menuju tempat tinggal Bapa disurga
Semoga kehidupan yang baru
Menjadi kehidupan yang sesungguhnya
Anne kau sekarang hanya menjadi kenanganku
Yang akan kusimpan rapat dihatiku
Dan tidak ada seorangpun yang tahu, kecuali KAU dan AKU

Karya : Monica Andreina
——————————————————————————-

Selama aku kenal Anne dan jadi sahabtnya, rasanya aku ingin terus bersamanya. Anne sangat baik, ketika aku patah semangat dia yang mengembalikan semangatku. Semangat Anne sangat tinggi. Jika Anne tidak masuk sekolah, Anne selalu pinjam catatan dan menyalinnnya tanpa rasa lelah. Aku bangga mempunyai sahabat seperti Anne. Aku ingin mencontoh semangatnya yang sangat tinggi. Aku masih ingat wajah Anne ketika sedang jengkel/marah, sangat terkesan bagiku. Aku bahagia jika Anne tersenyum. Akui ngin terus bersama Anne. Walaupun waktu telah memisahkan kita, wajah dan semangat hidupnya akan selalu aku simpan di hatiku dan semangatnya akan aku contoh.
“Anne aku disini sangat sayang dan rindu akan kedatanganmu”

Dari : Monica Puspa
——————————————————————————-

Sebelum Anne meninggal, banyak hal yang kita lewati bersama. Anne sempat belajar di rumahku sekaligus menyalin catatan. Anne bener-bener bikin aku kagum. Dengan sakit yang dideritanya, Anne selalu ingin belajar. Kita juga sempet bertukar bolpoin. Kalau Anne lagi marahan, aku selalu nemenin Anne. Sempat Anne hampir dimarahin Pak Antang karena belum punya baju kotak-kotak. Tapi aku bilang kalau Anne belum dapat.
Anne juga sempet membuat pita-pita kecil untuk kelas. Pokoknya seneng banget deh…
Sehari sebelum meninggalnya, aku sempet sms ke Anne untuk memberikan semangat hidup. Tapi apa boleh di kata, besoknya Anne meninggal. Sedih?? Jangan tanya lagi!!! Bahkan, Anne meninggal, 4 hari sebelum aku ulang tahun.
“Selamat jalan Anne..”

Dari: Yosephine Sista Parameswara
——————————————————————————-

Aku kenal Anne sejak SD, menurutku Anne adalah seorang sosok yang sangat mengagumkan, karena walaupun sedang susah tetapi ia tidak pernah lupa kepada temannya yang sedang kesusahan.
Saat aku duduk dibangku kelas VI, saat pertengahan aku mendengar kabar bahwa Anne opname, mendengar itu aku sangatlah kaget, dan akhirnya aku bersama temanku menjenguknya. Anne tidak masuk sekolah cukup lama, sehingga saat dia masuk teman-teman lainya termasuk aku menyambutnya. Tetapi Anne hanya masuk sekolah sangatlah sebentar, karena dia harus melakukan kemoterapi.
Setelah aku duduk dibangku kelas VII, aku sekelas dengan Anne. Dan saat awal-awal masuk, aku duduk sebangku dengannya. Sungguh saat-saat yang terindah….
Tetapi saat dikelas VII ini, Anne tetap saja belum sembuh, dan juga harus tetap mengikuti kemoterapi. Karena Anne sering tidak masuk, akhirnya kelasku berniat untuk menjenguknya.
Setelah aku dan temenku yang lain sampai dirumah Anne, teryata Anne belum sampai dirumah, akhirnya kami meneleponya, dan sebentar lagi mau datang. Sesampainya Anne, aku dan teman-teman bercerita dengannya dan kedua orangtuanya. Saat itu ternyata Anne akan melakukan kemoterapi yang terakhir, kedua orangtuanya sangat senang dan meminta doa pada teman-teman.
Hari demi haripun berlalu, Anne belum saja berangkat sekolah, sehingga pada akhirnya guru-guru memutuskan untuk menjenguk Anne di rumah sakit, tepatnya dai carolus 613. Dan diperlukan dua perwakilan dari kelasnya. Akhirnya aku ikut ke rumah sakit.
Aku sampai di rumah sakit kira-kira pk 10.00 WIB, padahal jam jenguknya pk 10.30 WIB. Sebelum jam jenguk guru saya mendapat telpon dari orangtua Anne, bahwa Anne sudah dipanggil Tuhan.
Mendengar kabar itu kami semua kaget, sedih dan bercampur rasa tidak percaya, akhirnya guru-guru minta ijin kepada satpam yang jaga. Sampai dikamarnya Anne, rasa sedih dan ingin menangis tidak dapat ditahan lagi. Lalu kamu bersama guru-guru lansgung berdoa. AHri esok adalah hari pemakamannya, dengan disewakan bus dari sekolah, kami satu kelas pergi untuk kayat dirumah Anne. Dan setelah aku melihat jenazah Anne untuk kedua kalinya, air mata sudah langsung menetes dari mataku. Lalu sekitar pk 14.00 pun pemakaman jenazah sudah dimulai…
SELAMAT JALAN TEMENKU YANG TERCINTA ANNE

Dari : Marselina Winda
——————————————————————————-

Pada saat aku mendengar bahwa Anne meninggal, aku dan teman-teman langsung kaget sekali. Karena pada saat Anne belum meninggal aku masih sms dia yang isinya aku itu mensuport dia, ngedoain dia biar dia cepet sembuh. Akhirnya smsku dibalas oleh Anne, katanya “makacih ya doanya, aq dah pulang dari rmh sakit, aq opname sejak 11-18 sept. Aq masuk sekol besok senin. Hmmm..aq juga udah kangen ama kmu n temen2 yg lain” kata Anne keaku lewat sms. Dengan sms Anne ke aku, aku jadi seneng banget karena katanya hari Senin diaberangkat sekolah. AKhirnya, aku, winda, Nino, Thea, Lucy, Shinta memutuskan untuk menjenguk Anne dirumahnya. Sebenarnya Sista dan Puspa mau ikut menjenguk Anne, tetapi mereka ada kegiatan TONTI. Kami berenam pun berangkat kerumah Anne naik bis. Setelah kami sampai, kami mampir dulu ke Swiss House untuk membelikan Anne oleh-oleh. Kami di Swiss House malah berdebat memilih roti, ada yang mau black forest, brownies, dll. Tapi akhirnya roti dipilihin oleh pelayan toko. Setelah itu kami berjalan sekitar 7 menit dari Swiss house ke rumah Anne. Setelah sampai, ternyata Anne gak ada dirumah, tetapi untung saja ada tetangga yang memberikan nomer m3 Anne. Setelah kami tau, kami langsung menghubungi Anne, Akhirnya Anne datang, kami menyambut dengan sangat senang. Kamipun dipersilakan masuk oleh orangtua Anne. Setelah kami masuk papa Anne sedikit bercerita ke kami. Anne tinggal menjalani kemoterapi 1 kali lagi dan istirahat selama 3 bulan, kami berenam sangat senang. Akhirnya kami pulang dengan perasaan bahagia. Itulah kenanganku bersama Anne yang selalu aku ingat.

Dari : Monica Andreina
——————————————————————————-

“ Aku bersykur pada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau berikan pada orang bijak dan orang pandai, tapi Engkau katakan kepada orang kecil”
( Matius 11 bab 25)

“Barang siapa menang, ia akan memperoleh semua ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anakKu”
( Wahyu 21 bab 7)

Anne…Pengabdianmu sekarang telah usai, tinggal kami yang meneruskan.. Selamat jalan Anne… Jangan takut! Doa kami selalu mengiringi perjalananmu menuju Surga…

——————————————————————————-

Kisah Membuat Buku Ini…

Dari mulai adanya ide, permusyawarahan, bahkan sampai perdebatan pun sudah kami lewati. Ide itu muncul sekitar dua minggu sebelum 40 harinya Anne. Tapi karena kami plin plan, kami berubah pikiran untuk tidak jadi membuat buku ini. Karena ada banyak faktor yang membuat kita menyerah. Misalnya saja jadwal kita padat, tidak bisa ke rumah teman, malas berpikir, dan jadwal kita yang kosong digunakan untuk membuat mading kelas bersama-sama karena sebentar lagi mau dilombakan. Itu yang membuat kami plin plan.
Tapi dengan banyak pertimbangan dan tentu saja perbedaan pendapat, akhirnya kita mendapat suatu mufakat, yaitu ‘jadi membuat buku ini’.
Kita mulai mengerjakan buku ini baru seminggu sebelum 40 harinya Anne. Dengan jadwal kita yang padat, dan banyaknya tugas, kita membuat buku ini hingga akhirnya selesai. Jika ada waktu kosong, sambil membuat mading kita juga menyambi membuat buku ini. Pulang sekolah sudah jam 5, tapi kita sempatkan untuk berkumpul di rumah teman hingga malam untuk membuat buku ini. Walaupun capek dan ngantuk, kita tetap berusaha menyelesaikan buku ini. Ini kita lakukan dengan setulus hati, untuk teman kita tercinta.
Banyak masalah yang kita lalui dalam seminggu ini. Kabel data yang hilang.Tapi akhirnya kita dapat menyelesaikan buku ini.
Kami membuat buku ini sebagai penghargaan terakhir buat Anne atas segala yang Anne berikan untuk kami semasa hidupnya. Banyak yang bilang pertemuan dua bulan itu sangat singkat, namun bagi kami tida! Justru dua bulan terakhir itu Anne berikan yang terbaik untuk kami. Nyatanya, kami sampai rela membuat buku ini hanya untuk Anne. Berarti Anne adalah sosok yang tidak terlupakan bagi kami. Sosok yang tidak terlupakan bagi kami, karena Anne meninggalkan kenangan indah semasa bersama kami.
Om dan tante, kami membuat buku ini berdasarkan rasa sayang yang mendalam kami terhadap Anne. Dan kami tak sedikitpun mengharapkan imbalan. Bahkan buku ini adalah imbalan kami untuk Anne atas segala pemberiannya. Kami hanya ingin om dan tante tersenyum saat membaca buku ini…

By: Y Sista Parameswara
Atas nama: Murid kelas VII E

~ oleh anne1995 pada November 17, 2007.

6 Tanggapan to “Mengenang 40 hari (surat dari teman-teman SD/SMP)”

  1. Sungguh hebat, demi teman kalian yang telah meninggalkan lebih dulu, kalian sampai membuat media blog seperti ini.😦

  2. pada setiap peristiwa pasti ada jejak
    apa pun bentuknya, ia tetap akan menjadi sejarah.

    hanya iman yang sempurna, yang sanggup mengenangnya…
    relakan duka milik kita,
    sebab Anne sudah di surga.

    salam duka,
    effendi

  3. Anne smoga kamu bahagia berada di rumah Tuhan.

  4. om dan tante,,
    Makasih ya..udah nampilin sebagian karya kami..

  5. salut .

  6. saya sangat bangga dengan anak kelas 9E SMP Pangudi Luhur Yogyakarta, kalian hebat… hebat… hebat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: